Home » » Berbuat Kebaikan Memang Tidak Untuk Diragukan

Berbuat Kebaikan Memang Tidak Untuk Diragukan


Sebenarnya kita tahu dengan benar peran kita dalam kehidupan ini, dimana kita memang memiliki kewajiban untuk berbuat kebajikan . Dengan demikian mestinya kita tak perlu ragu lagi untuk melakukan kebaikan apapun walau sekedar menyingkirkan duri-duri tajam yang mungkin saja dapat mencelakai diri dan orang lain, membantu mempermudahkan perjalannya atau hanya sekear memberikan senyuman yang tulus kepada orang lain.

Tetapi dalam kehidupan keseharian, kita sering kali masih saja terjebak dengan kilauan perhiasan dunia yang semu bernama pujian. Kebaikan apapun yang kita berikan kepada orang lain hanya sekedar imitasi belaka dan ingin memuluskan jalan apa yang ingin kita peroleh atau hanya sekedar mendapatkan begitu banyak pujian. Cobalah untuk memahami lebih dalam makna sebuah kebaikan dan ketulusan. Kedua bagaikan dua sisi sumbu cahaya yang saling mengikat satu sama lain. Jika sumbu cahaya ketulusan putus, maka reduplah cahaya mulia kebaikan.

Saat kita dihinggapi rasa gundah dan sedih, cobalah berbuat baiklah terhadap sesama, memberi sedekah kepada yang papa, menolong mereka yang terzhalimi, meringankan beban sesama yang menderita, memberi makan sesama yang kelaparan, menjenguk orang sakit dan membantu orang yang terkena musibah. Niscaya kita akan mendapatkan kedamaian dan ketentraman di hati. Kita akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan kita. Karena memang ketenteraman hati terukir oleh pahatan akhlak dan budi pekerti. Bagaikan laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, kebaikan juga memberikan manfaat kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Kebajikan itu terasa bagai obat-obat manjur  yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih. Menebar senyum yang manis  dan tulus merupakan sedekah jariah.

Dengan demikian risau dan gundah yang menyelimuti diri oleh ketiadaan untaian kata terima kasih sekalipun dari orang yang menerima kebaikan dan tak pahami kebaikan yang kita berikan, tak apa.  Itu tak akan mengecilkan artinya. Biarkan cahaya kebaikan menembus setiap dinding hati tuk percantik raga dan jiwa. Biarkan dia menelurusi jalan di setiap saluran darah kita. Bebaskan  pikiran kita dari segala perasaan berjasa. Seperti orang bijak berkata, tak perlu tangan  kirimu tahu kebaikan apapun yang diperbuat tangan kananmu, bukan!