Ilustrasi yang memotivasi kita

Tidak dapat dipungkiri kita akan mengalami situasi yang tidak menyenangkan dalam menghadapi hari-hari kita. Akan ada saat dimana kita ingin menyerah, berputus asa, kesal dengan orang lain, atau bahkan merasa Tuhan tidak adil atas apa yang telah diberikan-Nya kepada kita.
Apakah salah merasa seperti itu? Tentu terkadang kita akan mengalami rasa jatuh seperti itu karena siklus kehidupan yang terkadang berulang. Tidak ada salahnya pula merasa seperti itu karena yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit kembali. Ilustrasi di bawah ini akan memberikan semangat lebih kepada diri kita.
1. Berpikir Positif
Selalu ada sisi positif dalam hal yang kita temukan sehari-hari. Jangan biarkan pikiran negatif kita menguasai diri kita ya.
2. Tidak Terlalu Peduli Atas Tanggapan Negatif Orang Lain
Orang lain akan berada di posisi yang berbeda dengan kita yang merasakan langsung kondisi tersebut. Dengarkan kritikan mereka yang membangun, tinggalkan yang sekiranya tidak membantu atau justru menjerumuskan diri kita.
3. Pertolongan Orang Lain
Kadangkala orang yang mengulurkan tangannya ke kita belum tentu benar – benar ingin membantu kita. Tetap waspada dan selalu bergantung kepada Tuhan merupakan hal yang harus kita tetap pegang teguh.
4. Mencari Hal Positif
Akan selalu ada sisi dimana kita sebagai manusia memiliki sisi negatif. Namun, masih banyak pula cara untuk memaksimalkan sisi postif yang kita miliki, bukan?
5. Sikap Malas
Ketiadaan kesibukan akan membuat kita terlena kepada sikap malas. Hingga kita tidak menyadari sikap tersebut mengakar ke diri kita sendiri. Jadilah pemimpi yang selalu bekerja dan berusaha keras untuk mencapainya.
6. Berpikir Kreatif
Terlalu banyak orang yang melakukan hal sama dengan orang lainnya tanpa mau berinovasi atau berpikir kreatif. Berpikirlah secara luas, seluas cakrawala agar kita mampu keluar dari zona nyaman dan menemukan titik terang yang baru.
7. Bekerja Sama
Rekan atau sahabat merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita. Terkadang kita sangat membutuhkan bantuan mereka dalam melewati sebuah kesulitan, kan?
8. Kerja Keras
Kita tidak akan pernah tahu bahwa apa yang kita kerjakan dengan sangat keras merupakan penghasilan terbesar yang akan pernah kita dapatkan. Pepatah mengatakan bahwa “usaha tidak akan pernah menghianati hasil” kan?
9. Jangan Menyerah
Kita juga tidak akan pernah tahu seberapa dekat kita dengan mimpi yang akan kita capai. Pantang menyerah merupakan suatu sikap mutlak dalam berusaha menggapai sesuatu.
10. Tidak Egois
Setiap orang memiliki tujuannya masing-masing. Jangan sampai sikap egois dan tidak saling menghormati malah membuat segalanya menjadi sia-sia.
11. Memilih Jalan Terbaik
Dalam menghadapi hidup kita bisa memilih ingin melalui yang ringan atau sedikit berat. Mana yang terbaik? Kamu yang memilih.
12. Gunakan Kapabilitas Diri Secara Maksimal
Tidak peduli berapa banyak sumber daya di sekeliling kita yang kita miliki, semuanya akan sia-sia bila kita tidak mampu berpikir bagaimana menggunakannya. Be smart, yuk!
13. Bersyukur
Selalu bedakan mana yang memotivasi atau yang justru membuat kita merasa jatuh. Fokuskan apa yang kita miliki karena kita tidak pernah tahu bahwa banyak orang lain yang justru memiliki lebih sedikit dari kita namun mereka melihat hal tersebut secara positif sehingga mereka tetap bahagia.
Itulah beberapa ilustrasi yang memotivasi kita. Semoga kita tetap semangat dalam menghadapi hari, ya!

Rahasia Kehidupan Manusia


Saat kita bisa memberi, kita pasti akan menerima.
Saat kita menolong org lain, pada saat yang sama kita sebenarnya sedang menolong diri sendiri.
Apa yg kita lakukan untuk org lain sebenarnya, kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri .
Inilah Rahasia Besar kehidupan  manusia yang tersembunyi bagi banyak orang .
Bukan karena mereka tidak melihat/Buta kebenaran ini, tapi mereka tidak mau mempercayainya.
Karena jaman sekarang banyak orang lebih berbahagia menerima dari pada memberi.
Lebih suka ditolong dari pada menolong.
Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.
Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.
Kita diingatkan untuk selalu tidak bosan .... tetap bersemangat untuk selalu berbuat baik.
Ini sebuah Rahasia Besar kehidupan manusia
untuk bisa hidup yang diberkati Berkelimpahan dan Hidup Bahagia.
Meski demikian, Rahasia besar kehidupan ini tersembunyi bagi orang orang yang egois, munafik, pecundang, kikir/pelit karena mereka melakukan apa yang bisa menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan dampaknya pada orang lain.
Apa yang kita lakukan untuk orang lain, suatu saat kembali pada diri kita sendiri.
Kebahagiaan sangat tergantung kepada apa yang dapat Anda berikan kepada orang lain,
....... bukan......
kepada apa yang Anda peroleh.
*Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk
» Membantunya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.
*Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia',*
Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.
*Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik'* akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.
*Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,*
..... maka ....
Bagikanlah
'Contoh Kebaikan'
karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.
*Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,*
......Sebelum .......
Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dimulai dari Diri Kita Sendiri.
*Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik n 'Beramal' hari ini,* Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...
*Para Pembohong* akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.
*Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.*
Namun Jika Kita Memiliki
'Banyak Ilmu',
....maka.....
Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.
*Bila 'Hati Kita Bersih',*
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.
*Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik',*
Bekerja Cerdas merupakan
'Bagian Dari Otak',
......sedangkan......
Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.
*Jadikanlah setiap 'Kritik'* bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.
*Kita tdk pernah tahu Kapan* 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang dan seberapa Banyak Bekal yg Kita Miliki untuk Menghadapinya.....
Pergunakanlah KESEMPATAN yang baik untuk hidup dalam KEBENARAN dan selalu menabur KEBAIKAN. 
Semoga kita semua hidup bahagia. .

Kita semua adalah Tamu di Dunia


Karena kita tamu maka kehadiran kita hanyalah sementara.
Kaya atau miskin hanyalah sementara.
Segala kejayaan atau kegagalan hanyalah sekian puluh tahun.
Jabatan, kedudukan, popularitas dan kemuliaan tidak selamanya.
Tidak ada presiden atau raja selamanya.
Tidak ada direktur atau manager yang abadi, sebab kita semua hanya tamu.
Karena tamu, begitu waktunya tiba, kita semua harus beranjak pergi...
Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman.
Walaupun semua aset adalah hasil jerih payah keringat kita,
Walaupun kita mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama kita secara hukum,
Namun semuanya hanyalah kepemilikan sementara,
Hanyalah pinjaman!!
Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan.
Semua yang ada di badan kita,

yang terkalung di leher, terselip di jari, yang dikenakan di pergelangan tangan, yang tersimpan di saku, semua harus dikembalikan sama seperti ketika kita belum memilikinya!
"Ketika lahir dua tangan kita kosong, ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong..."
Waktu datang kita tidak membawa apa-apa,
Waktu pergi kita juga tidak membawa apa pun

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan, jangan minder karena miskin dan hina, bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman!!
Tetaplah rendah hati seberapapun tinggi kedudukan kita...
Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita.....
Dan tetaplah bersyukur dalam segala keadaan…
Semoga bermanfaat, Aamiin.

Anak_ayah

*Ayah :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua nak, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.
*Anak :* Baik, ayah
Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.
*Ayah :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?
*Anak :* rasanya sangat pahit sekali ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* sangat manis sekali, ayah.
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* Terlalu manis. Malah tidak enak, ayah
*Ayah :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Anak :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, ayah.
*Ayah :* Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?
Sejenak sang anak termenung, lalu menjawab.
*Anak :* Ya ayah, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup secukupnya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, ayah
*Ayah :* Ayo anakku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.
Sang anak lalu mengerjakan perintah ayahnya
*Ayah :* Bagaimana rasanya?
*Anak :* rasanya nikmat, ayah.
*Ayah :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan orang2 yang kekurangan.
*Anak :* Terima kasih atas ilustrasinya, ayah

Hati gelisah

"PENYEBAB HATI TETAP GELISAH MESKI RAJIN BERIBADAH"
Berikut ini sebuah cerita dari Abu Yazid Al-Busthami, yang insya Allah, dapat kita ambil pelajaran daripadanya;
Di samping seorang sufi, Abu Yazid Al Busthami juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang santri yang juga memiliki murid yang banyak.
Santri itu juga menjadi kyai bagi jamaahnya sendiri. Karena telah memiliki murid, santri ini selalu memakai pakaian yang menunjukkan kesalihannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu.
Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Abu Yazid, “Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya. Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan.”
Abu Yazid menjawab, “Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu.”
Murid itu heran, “Mengapa, ya Tuan Guru?”
“Karena kau tertutup oleh dirimu,” jawab Abu Yazid.
“Bisakah kau obati aku agar hijab itu tersingkap?” pinta sang murid.
“Bisa,” ucap Abu Yazid, “tapi kau takkan melakukannya.”
“Tentu saja akan aku lakukan,” sanggah murid itu.
“Baiklah kalau begitu,” kata Abu Yazid, “sekarang tanggalkan pakaianmu. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping.
Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang. Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana. Katakan pada mereka, “Hai anak-anak, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang.” Lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu. Katakan juga pada mereka, “Siapa yang mau menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!”
“Subhanallah, masya Allah, lailahailallah,” kata murid itu terkejut.
Abu Yazid berkata, “Jika kalimat-kalimat suci itu diucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu diucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir.”
Murid itu keheranan, “Mengapa bisa begitu?”
Abu Yazid menjawab, “Karena kelihatannya kau sedang memuji Allah, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu. Ketika kau katakan: Tuhan mahasuci, seakan-akan kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu.”
“Kalau begitu,” murid itu kembali meminta, “berilah saya nasihat lain.”
Abu Yazid menjawab, “Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!”
Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Abu Yazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadat mudah terkena penyakit ujub dan takabur. “Hati-hatilah kalian dengan ujub,” pesan Iblis.
Dahulu, Iblis beribadat ribuan tahun kepada Allah. Tetapi karena takaburnya terhadap Adam, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derajat yang serendah-rendahnya.
Takabur dapat terjadi karena amal atau kedudukan kita. Kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia. Abu Yazid menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan
dihormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian. Hanya dengan itu kita bisa mencapai hadirat Allah swt.
Orang-orang yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub. Mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak.
Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam, “Ya Rasulallah, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam. Apakah ada hal lain yang dapat kupegang teguh?” Nabi menjawab, : ”Katakanlah: Tuhanku Allah, kemudian ber-istiqamah-lah kamu.”
Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadat yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan. Ia menganggap ibadat sebagai investasi. Orang yang gemar beribadat cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadat dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan amat tersinggung bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya. Sebagai seorang ahli ibadat dan ahli dzikir, ia ingin disambut dalam setiap majelis dan diberi tempat duduk yang paling utama.
Tulisan ini saya tutup dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad-nya;
Suatu hari, di depan Rasulullah saw Abu Bakar menceritakan seorang sahabat yang amat rajin ibadatnya. Ketekunannya menakjubkan semua orang. Tapi Rasulullah tak memberikan komentar apa-apa. Para sahabat keheranan. Mereka bertanya-tanya, mengapa Nabi tak menyuruh sahabat yang lain agar mengikuti sahabat ahli ibadat itu.
Tiba-tiba orang yang dibicarakan itu lewat di hadapan majelis Nabi. Ia kemudian duduk di tempat itu tanpa mengucapkan salam. Abu Bakar berkata kepada Nabi, “Itulah orang yang tadi kita bicarakan, ya Rasulallah.”
Nabi hanya berkata, “Aku lihat ada bekas sentuhan setan di wajahnya.”
Nabi lalu mendekati orang itu dan bertanya, “Bukankah kalau kamu datang di satu majelis kamu merasa bahwa kamulah orang yang paling salih di majelis itu?” Sahabat yang ditanya menjawab, “Allahumma, na’am. Ya
Allah, memang begitulah aku.” Orang itu lalu pergi meninggalkan majelis Nabi.
Setelah itu Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, “Siapa di antara kalian yang mau membunuh orang itu?” “Aku,” jawab Abu Bakar.
Abu Bakar lalu pergi tapi tak berapa lama ia kembali lagi, “Ya Rasulallah, bagaimana mungkin aku membunuhnya? Ia sedang ruku’.”
Nabi tetap bertanya, “Siapa yang mau membunuh orang itu?” Umar bin Khaththab menjawab, “Aku.” Tapi seperti juga Abu Bakar, ia kembali tanpa membunuh orang itu, “Bagaimana mungkin aku bunuh orang yang sedang bersujud dan meratakan dahinya di atas tanah?” Nabi masih bertanya,
“Siapa yang akan membunuh orang itu?” Imam Ali bangkit, “Aku.” Ia lalu keluar dengan membawa pedang dan kembali dengan pedang yang masih bersih, tidak berlumuran darah, “Ia telah pergi, ya Rasulullah.” Nabi
kemudian bersabda, “Sekiranya engkau bunuh dia. Umatku takkan pecah sepeninggalku….”
Dari kisah ini pun kita dapat mengambil hikmah:
Selama di tengah-tengah kita masih terdapat orang yang merasa dirinya paling salih, paling berilmu, dan paling benar dalam pendapatnya, pastilah terjadi perpecahan di kalangan kaum muslimin. Nabi memberikan pelajaran bagi umatnya bahwa perasaan ujub akan amal salih yang dimiliki adalah penyebab perpecahan di tengah orang Islam. Ujub menjadi penghalang naiknya manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Penawarnya  hanya satu, belajarlah menghinakan diri kita. Seperti yang dinasihatkan Abu Yazid Al-Busthami kepada santrinya.

Akhlakul karimah

Akhlakul karimah yaitu sama dengan akhlak yang baik atau terpuji . Akhlakul karimah harus dimiliki oleh semua manusia yang hidup di dunia ini.Apa pengertian dari Akhlakul karimah ?dan apa saja contohnya?mari kita pelajari bersama .
Pengertian akhlakul karimah
Akhlakul karimah atau Akhlak mulia /terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai ajaran agama islam . Seseorang yang memilikiakhlakul karimah maka akan disenangi oleh sesama manusia , bahkan tidak hanya itu jika seesorang berperilaku sesuai ajaran agama islam maka sudah pasti baik dimata ALLOH dan kelak nanti akan masuk dalam surga bersama Nabi Muhammad saw, seperti yang terkandung dalam Hadist Nabi Muhammad :

Contoh akhlakul karimah
Zuhud
Zuhud menurut bahasa memiliki arti meninggalkan keduniaan. Sedangkan secara istilah , Zuhud yaitu meninggalkan sesuatu yang disayangi atau di sukai yang bersifat material atau keduniaan yang mewah dengan mengharap dan menginginkan sesuatu yang lebihbaik yang bersifat kebahagiaan akhirat.Seseorang yang memiliki harta yang melimpah hendaknya digunakan sebagai alat untuk mencari kebahagiaan yang hakiki yaitu kebahagiaan di akhirat . seperti yang terkandung dalam Dalil Naqli tentang zuhud dalam
QS. AN- Nisa ayat 77   yang artinya :
“………..Katakanlah kesenangan didunia ini hanya sebentar (sedikit ) dan akhirat itu lebih baik bagi orang – orang yang bertaqwa .” Zuhud bukan berarti melarang manusia untuk memiliki harta dan tidak memiliki kesenangan dunia , akan tetapi harta dan dunia tidak menghalangi untuk menunaikan tugas manusia yaitu untuk beribadah kepada Alloh swt.
Ciri – ciri orang zuhud , yaitu
a. Selalu merasa cukup atas harta yang dimiliki.
b. Senantiasa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan walaupun sedikit.
c. Hidup sederhana.
d. Lebih mengutamakan cintanya kepada ALLOH dibanding cinta kepada dunia.
2. Tawakal
Pengertian tawakal secara bahasa yaitu menyerahkan suatu urusan kepada pihak lain. Sedangkan secara Istilah yaitu menyerahkan sepenuh nya segala perkara setelah berusaha (ikhtiar ) kepada ALLOH swt. Sikap bertawakal menjadikan seesorang menjadi tidak putus asa jika sesuatu yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan , dan tidak akan sombong jika suatu yang diusahakan berhasil . Dalil yang menjelaskan tentang tawakal yaitu QS. Al- maidah ayat 11 :
Lafadz ( Ya ayyuhalladziina amanudzkuru ni’matallohi ‘alaikum idz hamma kauman an yabsutuu ilaikumaidiyahum fakaffa andiyahum ‘ankum wattaqullaha wa’alallahi falyatawakkalil mu minuna )
Artinya : ” Hai orang – orang yang beriman , ingatlah kamu akan nikmat Alloh ( yang diberikn Nya ) kepadamu , di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu ( untuk berbuat jahat ) maka Alloh menahan tangan mereka dari kamu . Dan bertawakalah kepada ALLOH , dan hanya kepada ALLOH saja orang – orang mukmin itu harus bertawakal .”
Ciri – ciri orang yang hidupnya tawakal :
a. Tidk pernah berkeluh kesah .
b. Ridha terhadap diri dan keadaannya.
c. Selalu merasaka ketenangan.
3. Ikhlas
Ikhls yaitu mengerjakan  sesuatu pekerjaan  semata – mata mengharap ridho ALLOH swt.
Dalil Naqli tentang ikhlas yaitu terkandung dalam QS.AZ-ZUMAR Ayat 11 ;
Lafadz ( qul innii umirtu ana’budullaha mukhlison lahudina )
Artinya :
Ciri – ciri yang dimiliki orang yang iklas :
a. Tidak kecewa saat amal perbuatannya diremehkan oleh orang lain.
b. Tidak merasa bangga , ketika perilakunya dipuji.
c. Tidak memuji dengan apa yang dikerjakan .
Demikian penjelasan tentang akhlakul karimah, Contoh diatas merupakan contoh sebagian kecil dariakhlakul karimah atau akhlak yang baik . Semoga kita senantiasa dapat berusaha untuk melatih diri berperilaku baik ,karena semua itu akan kembali pada diri kita sendiri baik akibat buruk ataupu manfaat atau hikmahnya.

Kita semua adalah Tamu di Dunia

:: Kita semua adalah Tamu di Dunia ::

Karena kita tamu maka kehadiran kita hanyalah sementara.
Kaya atau miskin hanyalah sementara.
Segala kejayaan atau kegagalan hanyalah sekian puluh tahun.
Jabatan, kedudukan, popularitas dan kemuliaan tidak selamanya.
Tidak ada presiden atau raja selamanya.
Tidak ada direktur atau manager yang abadi, sebab kita semua hanya tamu.

Karena tamu, begitu waktunya tiba, kita semua harus beranjak pergi...
Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman.
Walaupun semua aset adalah hasil jerih payah keringat kita,
Walaupun kita mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama kita secara hukum,

Namun semuanya hanyalah kepemilikan sementara,
Hanyalah pinjaman!!

Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan.
Semua yang ada di badan kita,
yang terkalung di leher, terselip di jari, yang dikenakan di pergelangan tangan, yang tersimpan di saku, semua harus dikembalikan sama seperti ketika kita belum memilikinya!

"Ketika lahir dua tangan kita kosong, ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong..."

Waktu datang kita tidak membawa apa-apa,
Waktu pergi kita juga tidak membawa apa pun

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan, jangan minder karena miskin dan hina, bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman!!

Tetaplah rendah hati seberapapun tinggi kedudukan kita...
Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita.....
Dan tetaplah bersyukur dalam segala keadaan…

Semoga bermanfaat, Aamiin.

8 Cara Berdamai dengan Stres


Hilangkan Stres Karena Pekerjaan dengan Cara Ini!


Stres tidak dapat dihindari. Selalu datang dan pergi dalam  kehidupan sehari-hari. Dan stres gampang sekali menyerang kita kecuali kita segera berintindak. Untungnya, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi dan berdamai dengan stres. Berikut 8 ide untuk menangani stres tanpa menyebabkan lebih banyak ketegangan.

1. Cari tahu penyebab stres.

Sering kali, ketika kita sedang stres, kita merasa bahwa pemicu stres datang dari segala arah. Kita sudah berusaha menghindar dan mengambil posisi bertahan, namun gagal.

2. Yakinlah bahwa Anda dapat menanganinya dan bangkit.

Meski Anda tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan bos Anda, apa yang dikatakan ibu mertua Anda atau keadaan ekonomi yang memburuk, Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda bereaksi terhadap situasi tersebut, bagaimana Anda bisa menghabiskan waktu Anda dan untuk keperluan apa Anda membelanjakan uang Anda.

3. Lakukan apa yang kamu inginkan.

Akan jauh lebih mudah untuk menghadapi stres jika Anda memanfaatkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai. Bahkan jika pekerjaan Anda adalah sumber stresnya, Anda selalu dapat meluangkan waktu untuk hobi Anda untuk membuat hari Anda lebih berwarna. Apa yang Anda sukai? Jika Anda tidak yakin, lakukan eksperimen dengan berbagai aktivitas untuk menemukan sesuatu yang berarti dan sesuai dengan keinginan.

4. Atur waktu Anda dengan baik.

Salah satu penyebab stres terbesar bagi banyak orang adalah kurangnya waktu. Mereka memiliki banyak hal yang harus diselesaikan, sementara waktu berlalu bergitu saja. Seberapa sering Anda berharap ada lebih banyak jam dalam sehari atau mendengar orang lain mengeluh kurang waktu?

5. Ciptakan kotak tehnik andalan Anda.

Satu strategi saja tidak akan cuckup untuk menyelesaikan semua masalah Anda. Misalnya, meski mengambil nafas dalam-dalam sangat membantu ketika Anda terjebak dalam kemacetan lalu lintas atau harus menunggu seseorang di rumah, ini tentu saja tidak akan membantu Anda dalam pertemuan bisnis.

6. Apakah Anda membuat diri Anda sendiri lemah dan rawan terhadap stres?

Apakah Anda menganggap sesuatu sebagai pemicu stres atau tidak itu tergantung pada kondisi pikiran dan tubuh Anda saat itu.  Jika Anda tidak tidur mencukupi atau kurang aktivitas di minggu-minggu tersebut, Anda memberikan kesempatan pada diri Anda sendiri untuk lebih mudah terserang stres. Jika Anda kurang tidur, kurang ativitas dan terlalu banyak kopi, bahkan pemicu sekecil apapun akan berdampak besar.

7. Sadari bahwa ada perbedaan antara khawatir dan peduli.

Terkadang, cara berpikir kita dapat meningkatkan stres, masalah yang kecil bisa menjadi besar. Kita bisa terus merasa khawatir, setidaknya beberapa orang menganggap hal ini sebagai respon produktif terhadap stres yang tidak dapat dihindari. Tetapi jangan biarkan Anda berlarut-larut dalam situasi tersebut, lakukan sesuatu.

8. Terima kesalahan atau setidaknya jangan terlalu tenggelam dalam sikap perfeksionis.

Cara berpikir lain yang dapat memperparah stres adalah sikap perfeksionis. Berusaha bebas dari kesalahan dan menjalani hari-hari dengan acuan tertentu tentu sangat melelahkan dan dapat memicu kecemasan. Lepaskan tekanan dari diri Anda! Sebagaimana kita menyadari bahwa kita tahu sesuatu tetapi cenderung lupa: Perfeksionisme adalah tidak mungkin dan tidak manusiawi.

Cari tahu penyebab stres dalam pekerjaan Anda dan temukan solusinya di Neuvoo Indonesia!